toyota grand avanza mobilio ertiga livina

Perbandingan Grand New Avanza – Veloz Vs Kompetitor – Walau dikenal sebagai mobil sejuta umat dan menjadi mobil keluarga terlaris di Indonesia, namun bukan berarti Toyota Avanza tidak memiliki saingan sama sekali. Dengan besarnya pasar low MPV dalam peta industri otomotif nasional membuat sejumlah brand ternama juga berlomba – lomba menghadirkan jagoan mereka dalam rangka upaya mengusik tahta sang raja yaitu Avanza.

Tahun 2015 kemarin, Toyota Astra Motor baru saja meluncurkan variant terbaru dari flagship mereka bernama Grand New Avanza dan Grand New Veloz. Hilangnya frase Avanza di depan Veloz mengindikasikan strategi baru TAM untuk memisahkan kedua mobil keluarga ini menjadi brand tersendiri, atau dengan kata lain, Veloz telah berdiri sendiri bukan lagi menjadi variant teratas dari Avanza.

Kembali ke persaingan tingkat tinggi yang terjadi di kategori kendaraan berjenis LMPV, selain Daihatsu Xenia yang merupakan twin product dari Avanza, ada sederet produk dari brand maupun pabrikan lain yang menjadi pemain besar di segment gemuk ini. Umumnya adalah produk yang juga berasal dari pabrikan asal Jepang, semisal Suzuki, Honda atau Nissan, namun rival dari negeri nun jauh di seberang sana yakni Amerika seperti Chevrolet Spin juga tak bisa diremehkan begitu saja karena masing – masing produk tentu memiliki keunggulan maupun kelebihan tersendiri untuk ditawarkan pada konsumennya.

Grand New Avanza – Veloz Vs Kompetitor

Untuk lebih mengenal dengan para rival Grand New Avanza – Veloz, berikut kami hadirkan review singkatnya, kita mulai dari :

#1 Honda Mobilio

Mobilio memang hadir sebagai “anak baru” diantara produk mobil keluarga murah lainnya yang ada di bursa otomotif tanah air, namun sepak terjang andalan Honda Prospect Motor ini tak bisa dipandang sebelah mata. Walau belum mampu menggoyahkan posisi Avanza namun beberapa kali Mobilio sanggup menyusul hingga peringkat kedua alias runner up menggeser Xenia yang biasanya selalu nyaman menempel kembarannya itu.

Berbeda dengan Avanza – Xenia yang memegang teguh prinsip rear wheel drive atau sistem penggerak roda belakang, Mobilio lebih memilih mengadopsi sistem penggerak roda depan (front wheel drive) seperti dipakai juga oleh Suzuki Ertiga maupun Nissan Grand Livina. Dari review seperti yang tertera di situs Honda Indonesia, terlihat bila Mobilio juga menggunakan spesifikasi mesin berkapasitas 1.496cc sama dengan Avanza type 1.5, sistem distribusi bahan bakarnya pun menggunakan model injeksi.

Desain eksterior Mobilio memang sedikit berbeda dengan LMPV lain dikelasnya seperti Avanza, Ertiga maupun Grand Livina. Terlihat Honda ingin mengejar bentuk aerodinamika dengan bentuk siluet menyerupai peluru tersebut. Mobilio pun memiliki banyak guratan atau pahatan garis tajam hampir diseluruh permukaan body khususnya pada sisi sampingnya yang mengingatkan pada desain eksterior produk crossover terbaru Honda bernama BRV.

Masuk kedalam kabin atau interior mobil Mobilio, terdapat ruang yang sedikit lebih lega dikarenakan secara dimensi memang MPV ini lebih panjang dibanding Avanza atau Ertiga. Sedikit catatan Mobilio menggunakan desain serta material pada interior yang sama dengan yang digunakan oleh Brio Satya yang notabene merupakan produk LCGC alias entry level product meskipun dengan beberapa sentuhan seperti finishing glossy pada lingkar AC depan serta lampu iluminasi berwarna biru untuk speedometernya.

#2 Suzuki Ertiga

Ketika pertama kali diluncurkan di tanah air, Suzuki Ertiga disebut – sebut sebagai the real Avanza Killer. Sebabnya tak lain tentunya berkat prestasi fenomenal yang ditorehkan oleh MPV bonnet pertama dari Suzuki Indomobil Sales ini. Ertiga dianggap mampu menandingi dominasi Avanza kala itu sekaligus membawa tingkat persaingan MPV murah pada level yang lebih tinggi.

Ertiga adalah pengembangan dari platform mobil Swift yang notabene merupakan hatchback terlaris dari Suzuki, manufaktur berlambang S itu memanjangkan jarak antar dua as roda depan dan belakangnya untuk memenuhi kebutuhan 3 baris penumpang dalam kabinnya, atas dasar itu pulalah ketika masih menjadi sebuah purwarupa, Suzuki dan Maruti – yang merupakan sister company mereka dan menjadi pihak berwenang dalam proses pengembangannya, menamakan model konsep tersebut R3 yakni merupakan akronim dari real three row oleh Suzuki diartikan sebagai tiga baris tanpa dipaksakan.

R3 itu kemudian menjadi Ertiga, yang diadopsi dari penyebutan masyarakat Indonesia untuk R atau er dan 3 atau tiga. Bila Avanza memiliki pilihan mesin 1.3L dan 1.5L, maka jagoan Suzuki ini berada ditengahnya yakni mesin sama seperti yang digunakan oleh Swift dengan kapasitas ruang bakar 1.373cc. Dari segi tenaga yang dihasilkan, mesin berseri K14B itu memiliki maximum power sebesar 95ps atau hanya berselisih 3ps dari Avanza type 1.3L yang mempunyai semburan energi tertinggi sebesar 92ps.

Pada generasi pertamanya, Ertiga hanya tersedia dalam 3 buah type yakni GA, GL dan GX dimana ketiganya hanya e=tersedia dalam pilihan transmisi manual serta single blower air conditioner saja, namun seiring perjalanannya, Suzuki Indomobil Sales kemudian menghadirkan variant bertransmisi matic dan melengkapi semua tipenya, kecual GA dengan double blower AC.

Hanya saja pada model faceliftnya yang diluncurkan pada GIIAS 2015 lalu, Suzuki secara mengejutkan mencopot fitur pengaman ABS dan EBD pada New Ertiga, kedua teknologi yang berfungsi mencegah roda terkunci saat terjadi pengereman darurat tersebut kemudian dimunculkan kembali pada model istimewa dari LMPV ini yang bernama Ertiga Dreza (Dress Up).

#3 Daihatsu Xenia

Memiliki label sebagai identical twin product, ternyata Avanza dan Xenia tidaklah seidentik yang diperkirakan, bila dicermati, terdapat sejumlah perbedaan diantara kedua andalan Astra ini mulai dari spesifikasi teknis, desain dan layout hingga fitur – fiturnya.

Pertama kita akan membahas perbedaan eksterior Daihatsu Xenia dengan kembarannya tersebut. Dimulai dari facia depan, Xenia memiliki dua buah plat chrom melintang diatas grill atasnya sementara Avanza lebih terkesan minimalis dengan single chrome bar grill, pada type tertingginya yakni tipe R Sporty, andalan Daihatsu itu telah dilengkapi dengan lampu daytime running light / DRL.

Baik Toyota maupun Daihatsu mempersenjatai varian teranyar dari produk terlarisnya tersebut dengan dapur pacu generasi terbaru. Bila Grand New Avanza dan Grand New Veloz dibekali jantung seri 1NR-VE untuki type berkapasitas 1.3L dan 2NRVE untuk model 1.5L, maka kembarannya itu mengandalkan jantung mekanis EJ-VE 1.0 liter 3-silinder VVT-i dengan tenaga puncak 63 hp dan torsi 93 Nm untuk type 1.0L, sementara tipe 1.3L mempunyai type mesin serupa seperti digunakan oleh Avanza yakni 1NR-VE.

Semua type Avanza terbaru dilengkapi dengan sandaran kepala pada kursi baris keduanya, dimana fitur ini baru tersedia pada mulai dari tipe M. Masih dikursi tengah, Xenia tidak mempunyai ISOFIX yang berfungsi sebagai dudukan untuk kursi bayi seperti terdapat pada Grand Avanza – Veloz, begitu pula teknologi rem ABS maupun EBD, sensor parkir dapat ditemui pada type R, X serta M Deluxe.

#4 Nissan Grand Livina

Ini dia mobil murah pertama yang berani berhadapan langsung head to head langsung dengan duo Avanza – Xenia di kategori MPV bawah. Andalan Nissan Motor Indonesia ini telah berkecimpung dalam industri ototif tanah air sejak tahun 2007 silam, pada awal – awal kemunculannya, Grand Livina sempat memiliki mesin berkapasitas 1.8L, terbesar dikelas LMPV, namun kini NMI hanya menawarkannya dalam type bermesin 1.5L saja.

Walau berlabel sebagai MPV murah, namun harga Nissan Grand Livina termasuk tertinggi bila dibandingkan dengan para seterunya seperti Ertiga, Mobilio, Xenia maupun Avanza – Veloz. Type terbawahnya yakni Grand Livina 1.5 SV manual saat artikel ini dibuat dilepas dengan banderol 200.900.000 Rupiah, sementara model termahalnya Grand Livina Highway Star (HWS) Autech AT dijual seharga 258.700.000 Rupiah.

Tak mengherankan, karena sejak awal kemunculannya, NMI mengklaim Grand Livina merupakan MPV sekelas sedan, khususnya dengan kehadiran fitur entertainment canggih yang dilengkapi 10 inch roof monitor video system mulai dari variant terbawah hingga teratasnya.

Grand Livina mengandalkan mesin HR15DE DOHC berkonfigurasi 4 silinder 16 katup 1.498cc yang dilengkapi dengan twin VTC yang mampu menghantarkan daya maksimal sebesar 109ps pada 5600rpm. Untuk sistem transmisi, mobil berpenggerak roda depan ini dibekali teknologi Xtronic untuk variant bertransmisi CVT nya.

Selain 4 buah MPV diatas, sebenarnya masih ada beberapa produk lain di segmen LMPV yang juga mendapat respon cukup baik dari masyarakat tanah air diantaranya Chevrolet Spin atau Mazda VX1 yang notabene merupakan saudara kembar namun lain induk dari Suzuki Ertiga, meski demikian, mobil kesayangan kita ini masih tetap tak tertandingi baik dalam hal penjualan maupun popularitas.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *