toyota sunter plant 2

Status sebagai produsen kendaraan bermotor terbesar dan paling sukses sepanjang masa tak membuat Toyota Indonesia jumawa, manufaktur asal negeri matahari terbit itu justru berupaya memanfaatkan reputasi dan prestasi yang telah diraihnya untuk ikut berkontribusi terhadap kemajuan serta perkembangan industri otomotif nasional.

Ada tiga garis prioritas yang selalu di suarakan oleh Toyota Astra Motor kepada sesama pelaku industri otomotif lainnya agar mampu memicu kemajuan industri dalam negeri dan meningkatkan daya saing untuk level regional bahkan internasional. 3 sektor tersebut adalah peningkatan ekspor baik kualitas maupun kuantitas, peningkatan daya saing industri termasuk melokalisasi bahan baku dan yang ketiga meningkatkan kualitas sumber daya manusia dalam hal ini tenaga kerja lokal.

Bukan hanya menyuarakan, ketiga sektor tersebut telah dilakukan oleh TAM sejak bertahun – tahun lalu bahkan sudah dimulai sejak pertama kali manufaktur asal negeri matahari terbit ini menginjakkan kaki di bumi nusantara, tujuannya jelas adalah bagiamana membuat industri di tanah air juga mampu berdiri sejajar dengan industri di negara maju.

Toyota menganggap negeri kita tercinta ini memiliki hampir semua potensi yang diperlukan untuk menjadi negara produsen otomotif yang diperhitungkan di level dunia, sudah terlalu lama kita hanya menjadi konsumen setia hanya karena Indonesia memiliki jumlah penduduk terbesar kelima di muka bumi hingga terus dan terus hanya dimanfaatkan sebagai pasar untuk sejumlah produk kendaraan bermotor dari luar.

Padahal jumlah penduduk yang sangat besar hanyalah satu dari sekian banyak potensi yang dimiliki Indonesia, masih banyak potensi lain yang seharusnya bisa dioptimalkan secara lebih baik lagi. Masyarakat Indonesia pun dikenal memiliki daya kreatifitas tinggi, yang perlu ditingkatkan adalah produktifitas maka sumber daya manusia yang sangat berlimpah itu akan menjadi kekuatan besar yang dapat mendorong potensi industri khususnya di sektor otomotif.

Indonesia adalah negara yang kaya dengan sumber daya alam, hampir semua bahan baku yang diperlukan untuk industri tersedia di tanah air kita ini, bandingkan dengan Thailand, Eropa atau Jepang sendiri dimana mereka terpaksa harus mendatangkan sejumlah material mentah guna keperluan produksi industrinya, bila mereka bisa lalu mengapa Indonesia tidak.

Ya, mengapa tidak? mengapa kita tidak mulai merubah paradigma sebagai negara konsumen menjadi negara produsen? Tidakkah kita sayang menyia nyiakan begitu banyak keunggulan yang kita miliki ini sementara banyak negara lain yang menginginkannya bahkan disadari atau tidak memanfaatkan keunggulan kita itu.

Lalu bagaimana memulainya? Tentunya dari kesadaran dari semua pihak, Toyota telah memberi contoh nyata dan aktif mengajak pelaku industri otomotif untuk lebih berkontribusi terhadap kemajuan sektor otomotif nasional. Pesan yang sama juga telah disampaikan kepada pemerintah guna lebih aktif mendorong perkembangan otomotif tanah air dengan strategi dan upaya yang tepat guna serta skala prioritas yang berjenjang mulai dari jangka pendek, menengah hingga jangka panjang dengan target yang pasti.

Target tersebut tentunya ya itu tadi, menjadikan Indonesia sebagai negara produsen, peralihan ini memang membutuhkan waktu namun kalau tidak segera dimulai maka target serealistis apapun akan menjadi seperti ambisi besar tanpa kemampuan, arah, tujuan telah ditetapkan tinggal komitmen untuk mewujudkannya dengan langkah serta perhitungan yang matang.

Komitmen Toyota Menjadikan Indonesia Basis Produksi

Sektor pertama yang menjadi prioritas adalah meningkatkan kuantitas ekspor tentunya disertai kualitas yang berstandar internasional. Tidak semua pabrikan berkomitmen untuk melakukan ekspor produk buatan dalam negeri ke mancanegara, sebagian hanya memproduksi untuk pasar domestik sebagian lagi bahkan hanya menjual produk impor secara utuh tanpa bersusah payah memproduksinya di Indonesia.

Memang tidak segampang itu untuk memproduksi sendiri produk di dalam negeri terlebih untuk menembus pasar ekspor, diperlukan komitmen untuk membangun sarana dan prasarana terutama untuk membangun infrastruktur fasilitas perakitan berikut teknologinya serta membangun kualitas sumber daya pekerjanya, semua itu tentu membutuhkan investasi dan biaya yang tidak sedikit.

Namun demi cita – cita menjadikan Indonesia sebagai basis produksi mereka, principal Toyota Motor Corp tidak segan – segan menanamkan modal mereka di tanah air. Tercatat dari tahun 2009 hingga 2014 total investasi TMC di Indonesia telah mencapai 40 triliun Rupiah, sebagian besar dialokasikan untuk memperluas fasilitas produksi milik Toyota Motor Manufacturing Indonesia sekaligus mempercepat transfer teknologi.

ekspor toyota pabrik karawang

Selain membangun sarana fisik, human capital resources juga menjadi concern dari TMC, dengan kualitas sumber daya manusia yang handal dan mumpuni, TMC melalui TMMIN yakin dapat menyediakan kebutuhan kendaraan yang bermutu dan berstandar internasional bukan hanya untuk konsumsi dalam negeri namun juga untuk membidik peluang ekspor.

Saat ini prosentase ekspor mobil Toyota baru sekitar 15 persen dari total produksinya, target jangka menegahnya adalah meningkatkan angka tersebut menjadi 30 persen atau dua kali lipat dari jumlah saat ini tentunya tanpa mengurangi alokasi untuk pasar domestik. Namun angka 15 persen itu pun sangatlah besar bila dihitung dengan keseluruhan produksi mobil di TMMIN, divisi produksi Toyota di tanah air itu saat ini merupakan eksportir kendaraan bermotor roda empat.

Beberapa produk ekspor andalan TMMIN diantaranya adalah Kijang Innova dan Avanza dari segmen MPV, LCGC Agya, dari segmen SUV ada New Fortuner, sedan New Vios dan Toyota Town Lite Ace. dengan tujuan Asia Tenggara, Timur Tengah, Afrika bahkan menembus hingga negara – negara di kawasan Amerika Selatan, jadi bila suatu saat masyarakat Indonesia berkunjung ke negara – negara tersebut dan menemukan produk mobil Toyota diatas maka kemungkinan besar itu merupakan mobil buatan Karawang, Jawa Barat.

Melalui produk – produk tersebut pada tahun 2015 kemarin TMMIN telah mengekspor sebanyak 176.700 unit mobil dalam bentu CBU, jumlah itu belum termasuk ekspor kendaraan secara terurai utuh alias compeletely knock down / CBU yang berjumlah 44.700 buah.Masih tidak cukup, Toyota Indonesia juga mengirimkan mesin utuh berbahan bakar bensin ke pasar global sebanyak 44.000 unit dan 7.014 unit mesin berbahan bakar etanol.

Selengkapnya baca : Ekspor mobil Toyota 2015

Puaskah Toyota? Ternyata belum, sama sekali belum,, target dari principal manufaktur ini adalah menjadikan Indonesia sebagai salah satu basis produksi utamanya yang bahkan bisa menandingi produksi di negeri asalnya sendiri. Target pertama tentunya mengalahkan kapasitas produksi dan ekspor dari Thailand yang saat ini masih menjadi markas utama TMC untuk kawasan ASEAN dan Pasifik.

Tambahan investasi senilai 5,4 triliun yang rencananya di gelontorkan pada tahun 2016 ini adalah bukti keseriusan TMC, sebelumnya di tahun 2015 Toyota juga telah mengeluarkan dana sebesar 5 triliun Rupiah untuk membangun fasilitas produksi engine yang diklaim merupakan salah satu yang terbaik di dunia, dengan demikian TMMIN kini telah memiliki 5 buah pabrik di Indonesia yakni Sunter plant I dan II serta Karawang lant 1 – 3.

Bukan hanya infrastruktur dan tenaga kerjanya saja, Toyota juga akan terus mendorong terciptanya transfer teknologi dan menjalin kerjasama dengan sejumlah perusahaan lokal yang akan memasok komponen vita kendaraan produksi mereka, semua itu dilakukan adalah demi ambisi menjadikan Indonesia sebagai kekuatan baru dalam industri otomotif dunia yang tidak berbasis pada pangsa pasar saja namun juga sebagai negara produsen baru yang disegani.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *