toyota akuisisi saham daihatsu

Setelah kembali dinobatkan sebagai manufaktur tebesar dunia di tahun 2015 lalu, Toyota Motor Corp melakukan gebrakan besar di awal 2016 ini dengan mengakuisisi sepenuhnya kepemilikan Daihatsu Motor Co dengan membeli seluruh saham DMC yang tersisa dengan total investasi 3.2 miliar US Dollar atau sekitar 44 triliun Rupiah.

Saat ini Toyota Group memiliki sekitar 51,2 persen saham DMC, rencananya TMC akan menukar setiap lembar saham yang tersisa dengan 0.26 saham Toyota, dengan demikian terhitung tanggal 26 Juli 2016, saham Daihatsu resmi dihapus dari bursa. Untuk proses akuisisi Toyota terhadap Daihatsu diharapkan akas tuntas pada bulan Agustus mendatang.

Presiden DMC, Matsanori Mitsui menyambut gembira kesepakatan tersebut, menurut Mitsui pihaknya melihat ini sebagai sebuah kesempatan yang sangat baik untuk meningkatkan level Daihatsu sebagai sebuah merk yang memiliki standar global.

Kerjasama yang juga menyangkut transfer teknologi itu juga akan memudahkan Daihatsu dalam mengembangkan produk barunya khususnya di area mobil murah, teknologi mesin kecil serta rendah emisi yang memang telah menjadi spesialisasinya.

Sementara dalam salah sebuah siaran resminya, produsen mobil Fortuner terbaru ini menyebut bila tujuan dari kesepakatan ini adalah untuk mengembangkan produk yang lebih baik dan lebih maju melalui transformasi teknologi dan pengembangan sistem terpadu sesuai kompetensi dari kedua perusahaan ini.

Kedepannya, Toyota maupun Daihatsu akan saling mendukung sekaligus berkompetisi secara sehat dan bersahabat dengan mempertahankan struktur managemen yang terpisah namun dalam sebuah kerjasama strategi dan sinergi demi mencapai pertumbuhan yang berkisambungan yang menjadi tujuan bersama.

Sedikit menoleh kebelakang, sejarah kerjasama antara kedua manufaktur populer asal Jepang itu sebenarnya telah dirintis jauh sebelumnya tepatnya sejak tahun 1967 silam. Kerjasama itu makin masuk pada tahapan yang lebih dalam saat Toyota kemudian mulai mengakuisisi mayoritas saham DMC sebesar 51 persen pada tahun 1999 lalu.

Dampak Akuisisi Daihatsu Oleh Toyota Di Indonesia

Memang, walau nantinya Toyota akan memiliki kontrol penuh atas Daihatsu, namun TMC akan tetap memasarkan produk Daihatsu sebagai sebuah brand tersendiri. Daihatsu yang telah diakui sebagai jagoan dikelas kendaraan kompak bersama Suzuki, di negeri asalnya, Jepang, kedua pabrikan tersebut menguasai pasar mobil murah ramah lingkungan dan kei car dengan market share masing – masing sebesar 30 persen.

Pun demikian, di Jepang sendiri segmen kei car sedang mengalami penurunan, konsumen dari kalangan generasi muda yang menjadi target utamanya mulai beralih pada jenis kendaraan lain, tak heran para pemain di segmen tersebut termasuk Daihatsu mulai berupaya untuk memperluas jaringan ekspansi mereka di luar Jepang, dan salah satu negara yang menjadi tujuan utamanya mana lagi kalau bukan Indonesia yang merupakan pasar otomotif terbesar di kawasan Asia Pasifik.

Seperti diketahui, di tanah air, kolaborasi Toyota – Daihatsu telah melahirkan sejumlah produk unggulan yang menjadi pemimpin pasar di kelasnya masing – masing. Sebut saja diantaranya Rush – Terios yang memimpin penjualan SUV kompak, mobil murah ramah lingkungan Agya dan Ayla di segment LCGC serta tentu saja duet maut Toyota Avanza – Daihatsu Xenia yang bukan hanya menguasai segmen kendaraan keluarga di Indonesia namun mendominasi penjualan otomotif nasional sejak tahun pertama kehadirannya.

Sempat beredar spekulasi atau desas desus akan terjadinya pergeseran pucuk pimpinan Toyota maupun Daihatsu baik divisi produksi maupun distribusi dan pemasarannya setelah berlangsungnya akuisisi ini, namun demikian belum ada tanggapan resmi dari kedua ATPM yang sama – sama bernaung di bawah Astra Group tersebut.

One Response

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *